Burung Hitam yang Biru

  • Jumat, 1 Desember 2017 10:15 WIB

Burung Hitam yang Biru | Public Domain

 

“Lalala… aku terbang.  Satu, dua, tiga… lalala… mendarat di pohon ceri!” Tamtam si burung hitam bersiul gembira di suatu pagi yang cerah.  

Bunga-bunga anggrek dan pohon-pohon ceri yang tak jauh dari situ, menguap terbangun. Dahan mereka yang penuh buah ceri, terasa berat karena beberapa burung gereja dan burung hitam bersarang di sana.

“Ooh…” seru Tamtam, “Mereka tidak akan menyisakan tempat untukku. Aku harus segera mencari dahan di pohon ceri itu!”

Tamtam melesat terbang, mendahului beberapa burung hitam yang terbang di depannya. Sayapnya bergerak cepat, menyambar sayap teman-temannya. Tamtam terus terbang lurus ke dapan.

“Aaaa…” teriaknya. Tamtam tak bisa menghentikan lajunya. Ia menabrak dahan pohon ceri. BRUK! Lalu jatuh ke bawah.

BYUR! Tamtam jatuh ke kaleng cat warna biru.

“Oo… menyebalkan sekali! Lengkeeet…” teriak Tamtam.

Ia berusaha keluar dari kaleng cat itu. Matahari sudah bersinar terik dan seketika itu cat kering di sekujur tubuh Tamtam.

Dengan sedih, Tamtam menangis, berteriak minta tolong pada teman-temannya.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Vanda Parengkuan
Editor : Vanda Parengkuan

KOMENTAR

MOST READ

Misteri Rumah di Rawa Kappa

2 hari yang lalu

Hantu Pencopet

18 jam yang lalu

Diuji dengan Mimpi

3 hari yang lalu

Kan Kusediakan Waktu

2 hari yang lalu

Ketika Dihukum Mama

3 hari yang lalu

Akibat Saling Mengalah

2 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×