Rumah Bolon, Rumah Adat Suku Batak

  • Selasa, 22 Agustus 2017 13:13 WIB

Rumah Bolon Sumatera Utara | Foto: Hanna Vivaldi

Rumah adat suku Batak di daerah Sumatera Utara namanya Rumah Bolon atau sering disebut dengan Rumah Gorga. Rumah ini menjadi simbol keberadaan masyarakat Batak yang hidup di daerah tersebut.

Enam Jenis Rumah Bolon

Suku Batak di Sumatera Utara terdiri dari beberapa jenis, yaitu Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Angkola. Oleh sebab itu, jenis Rumah Bolon yang ada juga terdiri dari beberapa sesuai dengan keenam jenis suku Batak tadi. Setiap rumah mempunyai ciri khas masing-masing.

Jumlah Rumah Bolon Tinggal Sedikit

Pada zaman dulu, masyarakat di Sumatera Utara memang tinggal dan hidup di Rumah Bolon, tetapi seiring perkembangan zaman, jumlah Rumah Bolon pun semakin berkurang. Sehingga cukup sulit kita bisa menemukan rumah ini. Konon, dulu Rumah Bolon ditinggali oleh 13 raja dari Sumatera Utara.

Meskipun masing-masing rumah memiliki ciri khas, pada dasarnya Rumah Bolon memiliki bentuk yang hampir sama. Rumah ini berbentuk persegi panjang, layaknya rumah panggung, ada banyak tiang penyangga setinggi 1,75 meter. Karena tiang tersebut cukup tinggi, maka penghuni rumah atau tamu yang akan masuk harus menggunakan tangga yang jumlahnya selalu ganjil.

Makna Ornamen yang Ada di Rumah Bolon

Rumah bolon biasanya dapat ditempati lima sampai enam keluarga. Di rumah ini kita bisa melihat ada banyak hiasan ukiran khas Batak, seperti ornamen yang biasanya dilambangkan sebagai tanda penolak bala (bahaya, penyakit, dan lainnya). Ornamen ini sering disebut dengan Gorga.

Ukiran ornamen tersebut sering dibubuhkan pada dinding rumah bagian luar, yaitu di atas pintu yang berupa lukisan berwarna merah, hitam, dan putih. Bentuknya ada beberapa jenis, seperti bentuk cicak, ular, atau kerbau dan ketiganya memiliki makna tertentu.

Gorga yang dilukis dengan bentuk cicak memiliki arti bahwa orang Batak mampu bertahan hidup di manapun dia berada, meskipun dia sedang merantau di daerah yang sangat jauh. Orang Batak juga diharapkan dapat memelihara rasa persaudaraan yang kuat dan tidak terputus jika bertemu dengan sesama sukunya, meski berada di daerah lain, yang bukan daerah asal mereka.

Reporter : Hanna Vivaldi
Editor : Iveta Rahmalia

KOMENTAR

MOST READ

Misteri Sup Asparagus

1 hari yang lalu

Adikku Manis

1 hari yang lalu

Gara-Gara Cincin Kawin

4 jam yang lalu

Eiffel yang Hilang

4 jam yang lalu

Misteri Balado Ayam Pedas

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×