Rutin Terjadi 30 Kali dalam Setahun, Bagaimana Proses Terjadinya Hujan Meteor?

By Fransiska Viola Gina, Jumat, 10 Maret 2023 | 16:00 WIB
Proses terjadinya hujan meteor. (PIXABAY/OpenClipArt-Vectors)

Bobo.id - Bulan, Bintang, Matahari, dan planet adalah beberapa contoh benda langit yang kita ketahui dan dapat dilihat dengan jelas. 

Selain keempat benda yang populer itu, ternyata ada juga benda langit lain yang biasa disebut dengan meteor.

Meteor adalah benda angkasa yang meluncur di angkasa luar, masuk ke dalam atmosfer dan menyala karena gesekan udara.

Diketahui, ada jutaan meteor di langit. Ketika mereka berpindah tempat, mereka akan meninggalkan lintasan cahaya di angkasa. 

Menariknya, kita bisa melihat meteor itu dari Bumi tanpa alat bantu apa pun. Kita biasa menyebutnya dengan bintang jatuh.

Yap! Ternyata bintang jatuh adalah istilah yang digunakan untuk meteor yang bergerak dan berpindah tempat di langit malam.

Namun, ketika meteor itu bergerak atau 'jatuh' di siang hari, maka kita akan sulit melihatnya karena cahayanya kalah dengan Matahari.

Apa Itu Hujan Meteor?

Meskipun sering disebut sebagai fenomena bintang jatuh, meteor sebenarnya berbeda dengan bintang, teman-tean. 

Bintang adalah bola gas raksasa dan letaknya jauh dari Bumi. Oleh karena itu, titik cahaya bintang di langit terlihat sangat kecil. 

Sementara itu secara sederhana, meteor merupakan puing-puing batu dan logam yang berada dekat dengan Bumi.

Baca Juga: Fenomena Bintang Jatuh, Benarkah Bisa Mengabulkan Permohonan?