Bobo.id - Pada materi Ilmu Pengetahuan Sosial Kurikulum Merdeka kelas 7 SMP, kita akan belajar tentang sumber daya alam.
Sumber daya alam merupakan segala sesuatu yang terdapat di permukaan bumi serta dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sumber daya alam dapat dibedakan menjadi dua, yakni sumber daya alam dapat diperbarui dan sumber daya alam tidak dapat diperbarui.
Salah satu contoh sumber daya alam tidak dapat diperbarui adalah sumber daya tambang, teman-teman.
Pertambangan merupakan suatu kegiatan untuk mengambil endapan bahan galian yang bernilai ekonomis dan berharga.
Pengambilan atau pemanfaatan sumber daya tambang di Indonesia haruslah mengikuti aturan yang ada.
Kegiatan pertambangan dapat dilakukan setelah melalui berbagai tahapan. Apa saja? Kita cari tahu bersama, yuk!
Tahapan Kegiatan Pertambangan
1. Prospeksi
Prospeksi merupakan kegiatan penyelidikan dan pencarian untuk menemukan endapan bahan galian atau mineral berharga.
Tahap prospeksi ini memiliki dua metode, yakni metode langsung dan metode tidak langsung, teman-teman.
Baca Juga: Contoh-Contoh Usaha Ekonomi di Masyarakat, dari Pertambangan hingga Perindustrian
Metode langsung merupakan pengamatan geologi fisik, sementara itu metode tidak langsung berupa geofisika, geokimia, fotogrametri, dan satelit.
Kegiatan prospeksi ini membutuhkan dukungan data berupa studi literatur, peta geologi, dan data dari tambang lama yang sudah beroperasi.
Jika pada tahap ini tidak ditemukan adanya cadangan bahan galian yang berprospek, maka kegiatan harus dihentikan.
2. Eksplorasi
Eksplorasi merupakan kegiatan yang dilakukan setelah prospeksi atau setelah endapan bahan galian ditemukan.
Ini bertujuan untuk mengetahui ukuran, bentuk, letak kedudukan, hingga kualitas endapan bahan galian atau mineral yang telah ditemukan.
Melalui tahapan eksplorasi, kita bisa mengetahui dan mengenali seluruh komponen ekosistem yang ada sebelumnya.
Tahapan eksplorasi secara umum ada dua jenis, yakni eksplorasi awal atau pendahuluan dan eksplorasi detail.
Dalam tahap eksplorasi awal, tingkat ketelitian yang diperlukan masih sangat kecil, menggunakan studi literatur serta survei dan pemetaan.
Setelah tahap ekplorasi awal sudah dilakukan dan ditemukan prospek yang baik, maka diteruskan dengan tahap eksplorasi detail.
Kegiatan utama dalam tahap ini adalah sampling dengan jarak yang lebih dekat dan kemudian dilanjutkan dengan studi kelayakan.
Baca Juga: Contoh Soal dan Pembahasan Materi tentang Jenis Usaha Ekonomi Masyarakat
3. Eksploitasi
Eksploitasi merupakan kegiatan penambangan yang meliputi aktivitas pengangkutan endapan bahan galian atau mineral berharga.
Bahan galian itu akan dibawa ke tempat penimbunan dan pengolahan/pencucian, bahkan terkadang sampai dengan pemasaran.
Eksploitasi bahan galian ini dibagi atas tiga bagian, yakni tambang terbuka, tambang bawah tanah, dan tambang bawah air.
Tambang terbuka adalah kegiatan eksploitasi yang berhubungan langsung dengan udara luar.
Tambang bawah tanah adalah kegiatan eksploitasi yang tidak berhubungan langsung dengan udara luar.
Tambang bawah air adalah kegiatan eksploitasi di bawah air yang dilakukan untuk endapan bahan galian alluvial, marine dangkal, dan marine dalam.
4. Pengolahan
Bahan galian yang sudah selesai ditambang, pada umumnya harus diolah terlebih dahulu di tempat pengolahan.
Pengolahan merupakan aktivitas untuk memurnikan atau dengan kata lain meninggikan kadar bahan galian dan mineral.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan harga jual dan untuk mengurangi volume serta ongkos angkut.
Baca Juga: Hutan Konservasi: Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, Materi Ilmu Pengetahuan Sosial
Tahap pengolahan dilakukan dengan cara memisahkan bahan galian atau mineral berharga dan yang tidak berharga.
Aktivitas untuk memurnikan atau meninggikan kadar bahan galian dengan jalan memisahkan mineral berharga dan yang tidak berharga.
Jika bahan galian sudah selesai diolah, maka hasil tambang itu akan dipasarkan ke tempat konsumen.
Selanjutnya dilakukan tahapan reklamasi yang merupakan kegiatan rahabilitasi kembali lingkungan yang rusak akibat penambangan.
Tujuannya agar lahan bekas penambangan dapat dimanfaatkan kembali bagi sektor lain seperti pertanian, perumahan penduduk, dan kawasan wisata.
Nah, itulah berbagai tahapan yang diperlukan dalam kegiatan pertambangan. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk teman-teman, ya.
Baca Juga: Mengapa di Bawah Tanah Suhunya Lebih Panas, ya? #AkuBacaAkuTahu
----
Kuis! |
Apa yang dimaksud dengan prospeksi? |
Petunjuk: cek di halaman 1! |
Tonton video ini, yuk!
----
Ayo, kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.
Tetap Jaga Kesehatan saat Lebaran, Ini 5 Olahraga yang Bisa Bantu Membakar Kalori
Source | : | Kompas.com,Materi Pelajar |
Penulis | : | Fransiska Viola Gina |
Editor | : | Iveta Rahmalia |
KOMENTAR