Ketika angin yang lembut dan hangat dari lembah bertemu dengan angin yang dingin dan kering dari puncak gunung, angin tersebut mengalami peningkatan kecepatan yang tajam.
Hingga angin tersebut terbentur di sekitar puncak gunung.
Hal ini menyebabkan awan lenticular terbentuk di atas puncak gunung, yang dikenal sebagai pusat terbentuknya awan lenticular.
Bentuk Awan Lenticular
Jenis awan ini bisa muncul dengan beberapa bentuk berbeda.
Bentuk awan lenticular biasanya berbentuk seperti piringan atau lensa, dengan sisi yang datar dan tepian yang tajam.
Beberapa awan lenticular dapat terlihat seperti gunung atau kerucut yang mengarah ke atas.
Selain itu, awan ini juga bisa berubah-ubah tergantung pada kondisi cuaca dan intensitas angin.
Awan lenticular biasanya memiliki warna putih atau abu-abu.
Tapi terkadang juga terlihat berwarna oranye atau merah saat terkena cahaya matahari pada pagi atau sore hari.
Awan ini juga memiliki hal unik lain, yaitu kemampuannya bertahan di tempat yang sama.
Baca Juga: Apakah Terjadinya Hujan saat Langit Cerah Termasuk Fenomena Alam?
Penulis | : | Amirul Nisa |
Editor | : | Bobo.id |
KOMENTAR