Terbuat dari Umbi, Cari Tahu Tentang Nasi dan Mi Shirataki, yuk!

By Tyas Wening, Kamis, 24 Oktober 2019 | 15:30 WIB
Ilustrasi nasi dan mi. (iStockphoto)

Umbi konjak disebut juga tanaman abadi atau tanaman yang bisa hidup hingga lebih dari dua tahun.

Ukuran umbi tanaman konjak cukup besar, dengan diameter hingga 25 sentimeter dan memiliki daun tunggal yang tingginya bisa mencapai 1,3 meter.

Karena tanaman ini banyak tumbuh di Jepang, maka olahan dari umbi konjak juga banyak berasal dari Jepang.

Salah satu olahan umbi konjak khas Jepang adalah konnyaku atau kue ubi maupun jeli konjak.

Baca Juga: Sama-Sama Dibutuhkan Tubuh, Apa Bedanya Kolesterol Baik dan Kolesterol Jahat?

Selain itu, konjak juga banyak diolah sebagai mi pendamping sashimi di Jepang.

Mengonsumsi Shirataki Membuat Kenyang Lebih Lama

Shirataki yang diolah menjadi nasi dan mi banyak dikonsumsi karena bisa membuat kenyang lebih lama.

Penyebabnya adalah serat glucomannan yang ada di umbi konjak dan membantu menurunkan kadar hormon ghrelin.

Hormon aghrelin adalah hormon yang bertugas untuk mengirimkan sinyal lapar ke otak, sehingga menurunkan keinginan untuk makan.

Baca Juga: Selain Olahraga, 5 Aktivitas Ini Bisa Dilakukan untuk Membakar Kalori

Nah, kalau hormon ghrelin dalam tubuh menurun, maka kita jadi tidak mudah lapar.

Selain itu, shirataki juga mengandung cukup banyak air dan serat dengan tingkat lemak, protein, dan kalori yang rendah.

Serat dan air ini jugalah yang membantu tubuh kita untuk kenyang lebih lama, teman-teman.

Karena tinggi akan serat, shirataki juga bermanfaat untuk membantu melancarkan pencernaan dan mengatasi sembelit.

Wah, ternyata shirataki, baik dalam bentuk nasi maupun mi punya banyak manfaat.

Apakah teman-teman berminat untuk mencoba mengonsumsi shirataki yang bagus untuk kesehatan?

 

#GridNetworkJuara

Tonton video ini juga, yuk!