Praktikkan Physical Distancing untuk Cegah Penyebaran Virus, Apa Bedanya dengan Social Distancing?

By Avisena Ashari, Selasa, 24 Maret 2020 | 15:00 WIB
Ilustrasi beraktivitas di rumah (Photo by Paige Cody on Unsplash)

Sebabnya, menurut WHO, menjaga jarak fisik antara satu orang dengan orang lainnya memang penting karena virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 diketahui menyebar melalui tetes air hasil pernapasan yang keluar saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Meski begitu, WHO juga mengingatkan bahwa sangat penting bagi kita untuk tetap berhubungan sosial antara satu sama lain, seperti keluarga dan teman.

Sehingga istilah physical distancing digunakan WHO untuk kita saling menguatkan dan berhubungan satu sama lain, meskipun secara fisik tidak bisa berdekatan. Kita bisa memanfaatkan internet atau media sosial untuk saling berbagi di saat tidak bisa berkumpul bersama.

Menurut WHO, kesehatan mental juga tidak kalah pentingnya dengan kesehatan fisik, teman-teman.

Istilah physical distancing juga digunakan agar kita lebih memahami bahwa cara mencegah penularan virus adalah menjaga jarak fisik yang aman antara satu orang dengan orang lainnya.

Baca Juga: Teh yang Dicampur 3 Bahan Ini Bisa Jaga Daya Tahan Tubuh dan Kesehatan Jantung, Pernah Coba?

Bagaimana Cara Melakukan Physical Distancing?

Pada dasarnya, untuk melakukan physical distancing, ini sama dengan imbauan social distancing yang sudah diterapkan, teman-teman.

Artinya, jika tidak ada keperluan yang benar-benar penting seperti membeli bahan makanan, pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dari rumah, atau memeriksakan kesehatan, masyarakat sebaiknya tinggal di rumah dan tidak berkumpul, terutama di tempat umum.

Menghindari kontak dekat dengan orang lain diperlukan untuk menghindari tertular virus dan menghindari risiko orang yang terinfeksi menularkannya pada orang lain.