Pertama Kali Ditemukan di Afrika Selatan, Apa Itu Subvarian Omicron BA.3? Ini Penjelasan dan Gejalanya

By Thea Arnaiz, Kamis, 10 Maret 2022 | 14:00 WIB
Subvarian Omicron BA.3, hasil mutasi varian BA.1 dan BA.3. (Foto oleh CDC dari Pexels)

Bobo.id - Tahukah teman-teman, sekarang virus COVID-19 mempunyai subvarian dari Omicron yang dinamakan Omicron BA.3?

Hal ini disampaikan oleh Ahli Epidemiologi Penyakit Menular dan Pemimpin Teknis COVID-19 badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dari penemuan ini, berarti penyebaran infeksi virus Corona masih belum berakhir dalam waktu dekat, meskipun jumlah kasus yang terinfeksi mulai menurun.

Lalu, apa sebenarnya subvarian Omicron BA.3 itu? Untuk mengetahuinya, teman-teman bisa menyimak penjelasannya berikut ini. 

Apa Itu Subvarian Omricon BA.3? 

Dilansir dari Livemint, penemuan subvarian Omicron BA.3 ini mulai diinformasikan pada 18 Januari 2022 melalui Journal of Medical Virology.

Menurut jurnal penelitian tersebut, subvarian ini adalah hasil mutasi subvarian sebelumnya yang sudah lebih dulu muncul.

Subvarian tersebut adalah BA.1 dan BA.2 yang menghasilkan BA.3. Selain itu, subvarian Omicron BA.3 ini pertama kali ditemukan di barat laut Afrika Selatan.

Sedangkan subvarian sebelumnya, yaitu BA.1 ditemukan di negara Botswana dan BA.2 ditemukan di Afrika Selatan.

Baca Juga: Penyintas COVID-19 Wajib Tahu, Ini 3 Jenis Olahraga Agar Paru-Paru Kuat Hadapi Long COVID

Subvarian Omicron BA.3 dinilai berpotensi menyemar ke seluruh dunia, sama seperti varian-varian sebelumnya. Jadi teman-teman tetap harus waspada penyebarannya. 

Gejala Virus Corona Subvarian Omicron BA.3