Bobo.id – Taman pemakaman adalah sebuah tempat yang bisa ditemukan hampir di seluruh penjuru dunia, yaitu tempat yang ditinggali oleh manusia.
Tahukah kamu? Taman pemakaman dulu merupakan tempat yang dikunjungi banyak orang lo.
Ada masa di mana orang-orang merayakan banyak hal penting di taman pemakaman, ada juga yang berjalan-jalan karena taman pemakaman asri dan terawat.
Tapi, kira-kira sejak kapan ada taman pemakaman, ya?
Cari tahu sejarah manusia mulai memakamkan orang yang meninggal dunia, yuk!
‘Pemakaman’ di Masa Pra-Sejarah
Sebenarnya, taman pemakaman belum terlalu lama muncul dalam sejarah peradaban manusia.
Dahulu, manusia zaman pra-sejarah memiliki beberapa cara untuk melakukan pemakaman.
Pada zaman itu, jika ada manusia yang meninggal, ada yang jasadnya dipindahkan ke gua, ada yang dipindahkan ke atas pohon, atau ada juga yang dipindahkan ke puncak gunung.
Kemudian ada juga yang memiliki budaya pemakaman jasad yang ditenggelamkan di danau, dilarung dengan rakit di laut, dan ada juga yang dikremasi atau melewati proses pengabuan.
Semua cara ‘pemakaman’ itu dilakukan untuk menghormati seseorang yang sudah meninggal dunia.
Baca Juga: Mengenal Homo Erectus, Manusia Purba yang Pintar
Pemakaman Pertama
Menurut Ted Ed, pemakaman manusia pertama yang diketahui dilakukan sekitar 120.000 tahun lalu.
Awalnya, pemakaman itu justru dilakukan untuk orang-orang yang melakukan pelanggaran, lo. Karena ritual lainnya dianggap untuk menghormati orang yang meninggal dunia.
Tapi rupanya manusia justru menemukan bahwa memakamkan seseorang yang meninggal dunia memiliki beberapa keuntungan.
Pemakaman membuat jasad orang yang meninggal dunia terlindungi dari burung-burung pemakan bangkai. Ini juga melindungi orang yang ditinggalkan agar tidak melihat jasad itu.
Diperkirakan, hal itu membuat orang di peradaban kuno mulai memakamkan jasad orang meninggal dengan menguburkannya di tanah.
Penguburan kemudian dijadikan cara menghormati orang yang meninggal dunia, dan pemakaman dengan cara penguburan mulai banyak dilakukan.
Saat itu, orang-orang dimakamkan bersama dengan barang-barang penting semasa hidupnya.
Mulai Ada Taman Pemakaman Umum
Taman pemakaman umum pertama kali muncul di Afrika Utara dan Asia Barat sekitar 10.000 – 15.000 tahun lalu. Saat itu manusia mulai menetap di wilayah itu, teman-teman.
Pemakaman dalam setiap budaya juga berbeda-beda, teman-teman.
Baca Juga: Catacombes de Paris, Situs Sejarah Tempat Jutaan Tulang Manusia
Bangsa Skithia yang nomaden memakamkan orang meninggal di padang rumput dengan gundukan bernama kurgans.
Lain lagi dengan bangsa Etruskan yang membangun taman pemakaman megah yang disebut necropolis.
Bangsa Romawi membangun taman pemakaman bawah tanah yang disebut katakombe.
Bangsa Yunani menggunakan kata “cemetery” untuk menyebut pemakaman, yang artinya “kamar tidur”. Mereka membuat batu-batu nisan di pemakaman.
Salah satu taman pemakaman yang paling besar di dunia adalah Wadi al-Salaam yang terletak di Najaf, Irak.
Taman pemakaman Wadi al-Salaam ini menjadi tempat peristirahatan terakhir jutaan orang dan sudah digunakan sekitar 1.400 tahun lamanya.
Taman Pemakaman Umum Ramai Dikunjungi Orang
Pada masa abad pertengahan di kota-kota Eropa, Gereja Kristen mulai menyediakan taman pemakaman untuk umum, teman-teman.
Tapi, area untuk pemakaman juga seringkali digunakan untuk pekan raya, pasar, dan acara umum lainnya.
Saat itu, peternak membawa hewan ternak untuk merumput di taman pemakaman karena percaya rumput itu membuat susu ternak lebih manis.
Baca Juga: Sama-Sama Punya Hewan Ternak, Mengapa Orang Asia Tidak Membuat Keju?
Setelah masa revolusi industri, mulai banyak pemakaman umum yang luas dan besar dibandingkan pemakaman di halaman Gereja, teman-teman.
Beberapa taman pemakaman yang luas misalnya taman pemakaman Pere-Lachaise di Paris yang luasnya 44 hektar, dan Mt. Auburn di Cambridge yang luasnya 29 hektar.
Taman pemakan itu seperti taman yang indah dan banyak tumbuhan yang dipelihara dengan baik. Di sana juga ada banyak patung-patung pahatan. Kemudian, batu nisan dibuat dalam berbagai bentuk dan dekorasi.
Selain didatangi saat upacara pemakaman, taman pemakaman itu juga dikunjungi saat perayaan, hari libur, atau hanya jalan-jalan di sore hari.
Di akhir abad ke-19, mulai banyak taman kota dan kebun-kebun yang terbuka untuk umum. Sehingga banyak orang mulai menghabiskan waktu luang di sana.
Akhirnya mulai saat itu banyak taman pemakaman yang sepi dan jarang dikunjungi, teman-teman.
Itulah kisah sejarah taman pemakaman manusia!
Dengan membaca, teman-teman jadi tahu bagaimana budaya manusia berubah sejak peradaban awal manusia, kan? Baca pengetahuan lainya, yuk! #AkuBacaAkuTahu
Baca Juga: Di Kota Ini, Dilarang Memakamkan Orang Meninggal, Kenapa, ya?
Yuk, lihat video ini juga!
Source | : | TED-ED |
Penulis | : | Avisena Ashari |
Editor | : | Avisena Ashari |
KOMENTAR