Bobo.id - Teman-teman sudah tahu belum, mengapa kita membutuhkan asupan karbohidrat dari makanan?
Kita membutuhkan karbohidrat karena nantinya karbohidrat diubah menjadi bentuk gula di dalam tubuh kita. Gula dalam darah itu nantinya dijadikan sumber energi oleh sel di tubuh kita.
Namun, kalau kita terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat ataupun gula tambahan, maka kadar gula darah bisa terlalu tinggi. Kondisi ini disebut hiperglikemia.
Jika terjadi dalam waktu yang lama, kondisi kadar gula darah yang terlalu tinggi ini bisa berbahaya bagi tubuh, teman-teman.
Risiko yang terjadi akibat kadar gula darah tinggi misalnya kerusakan pembuluh darah yang mengantarkan darah ke organ penting, penyakit jantung, penyakit ginjal, gangguan penglihatan, hingga gangguan saraf.
Nah, karena kita tetap membutuhkan asupan karbohidrat bagi tubuh, kira-kirabagaimana agar gula darah tetap terjaga dan terlalu tinggi?
Ada beberapa kebiasaan mudah yang bisa kita lakukan untuk menjaga kadar gula darah tetap seimbang, teman-teman.
Yuk, coba terapkan agar kadar gula darah tetap seimbang!
7 Kebiasaan Mudah untuk Menjaga Kadar Gula Darah
1. Minum Air Putih yang Cukup
Ayo, siapa yang malas minum air putih?
Minum air putih yang cukup bisa membantu menjaga kadar gula darah di tubuh.
Air yang cukup di tubuh bisa membantu ginjal membuang sisa gula darah melaui urin.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa minum air bisa menghidrasi darah, menurunkan kadar gula darah, dan mengurangi risiko diabetes.
Baca Juga: Ini 7 Tanda Tubuh Kelebihan Gula, Jangan Disepelekan Jika Merasakan Salah Satunya
2. Mengatur Asupan Karbohidrat
Karbohidrat sangat dibutuhkan di tubuh kita dan bisa ditemukan hampir di semua jenis makanan.
Di tubuh, karbohidrat diuraikan menjadi zat gula, kemudian insulin membawa gula ke dalam sel-sel di tubuh.
Nah, kalau kita mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat, terutama karbohidrat olahan, ini bisa menganggu fungsi insulin yang memproses gula dan kadar gula darah jadi meningkat.
3. Menambah Asupan Makanan Berserat
Selain memerhatikan asupan karbohidrat, jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan seratnya, teman-teman, terutama serat larut.
Menurut penelitian, serat larut sudah dibuktikan bisa menurunkan kadar gula darah. Serat larut ini bisa didapatkan di buah alpukat, brokoli, ubi jalar, buah pir, pisang, kacang almon, dan oat.
Kandungan serat dalam makanan bisa memperlambat proses pencernaan dan penyerapan gula di tubuh. Karenanya, kadar gula darah tidak akan meningkat secara tiba-tiba.
4. Mengonsumsi Makanan Rendah Indeks Glikemiks
Makanan juga perlu diperhatikan indeks glikemiknya. Indeks glikemik menujukkan potensi peningkatan gula darah setelah mengonsumsi suatu makanan.
Beberapa makanan yang memiliki indeks glikemik rendah antara lain telur, ubi jalar, jagung, oat, polong-polongan, biji-bijian, seafood, daging, buah, dan sayur tanpa zat tepung.
Baca Juga: Bisa Dikonsumsi dengan Teh, Jaga Kadar Gula Darah Seimbang dengan Bahan Alami Ini
5. Mengonsumsi Makanan Tinggi Chromium dan Magnesium
Chromium dan magnesium merupakan mikronutrien yang penting bagi pengaturan kadar gula dalam darah.
Kita bisa mendapatkan chromium dari kuning telur, produk gandum utuh, sereal tinggi serat, kacang-kacangan, brokoli, dan daging.
Kemudian, magnesium bisa kita dapatkan dari sayuran hijau gelap, gandum utuh, ikan, cokelat hitam pisang, alpukat, dan kacang polong.
6. Berolahraga secara Rutin
Selain mengatur konsumsi makanan, tentu saja kita perlu memperhatikan aktivitas fisik.
Berolahraga secara teratur membantu kita menjaga berat badan yang sehat dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Sensitivitas insulin yang baik ini membantu sel-sel di tubuh menggunakan zat gula dalam darah dengan lebih baik.
Dengan berolahraga, otot bisa menggunakan gula dalam darah sebagai energi dan kontraksi otot.
Olahraga yang bisa kita lakukan misalnya jalan cepat, berlari, bersepeda, berenang, dan latihan menari.
Baca Juga: Meski Sehat, Jangan Sekali-kali Makan Buah di 3 Waktu Ini, Salah Satunya Sebelum Olahraga
7. Tidur Cukup
Tidur yang cukup sangat penting bagi kesehatan, terutama tidur berkualitas.
Kurang tidur atau tidur yang tidak nyenyak juga memengaruhi kadar gula darah dan kadar sensitivitas insulin. Pola tidur ini bisa membuat seseorang mudah lapar.
Kurang tidur juga melepaskan hormon pertumbuhan dan meningkatkan level kortisol yang berfungsi dalam mengatur kadar gula darah.
Karenanya, jangan sampai kurang tidur, ya, teman-teman. Caranya dengan tidak tidur terlalu larut malam.Baca Juga: Stop Mulai Sekarang, Tidur Kurang dari 7 Jam Bisa Sebabkan 5 Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Penyakit Jantung
Yuk, lihat video ini juga!
-----
Teman-teman, kalau ingin tahu lebih banyak tentang sains, dongeng fantasi, cerita misteri, dan pengetahuan seru, langsung saja berlangganan majalah Bobo dan Mombi SD. Tinggal klik di www.gridstore.id/
Atau teman-teman bisa baca versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di ebooks.gramedia.com