Dengan agak malas, Ana melangkah ke kamarnya. Ia merapikan seprei tempat tidurnya. Merapikan letak bantal kepala dan guling. Ana berusaha merapikan serapi mungkin, karena ia memang tak punya kegiatan lainnya. Di saat baru akan merapikan buku-bukunya, terdengar suara Ibu,
“Ana, ayo sini! Bantu Ibu kupas kacang!”
“Kupas kacang?” pikir Ana heran. “Kenapa Ibu tidak beli kacang yang sudah dikupas saja?” pikir Ana heran.
Baca Juga : Berbuka dengan yang Manis, Buat Es Teh Manis Madu Lemon, yuk!
Ana sering melihat butir-butir kacang mentah yang dijual di dalam plastik di supermarket. Ia malah belum pernah melihat kacang mentah yang dijual dengan kulitnya di supermarket. Kecuali kacang panggang asin, camilan di dalam bungkusnya.
Dulu Ana pernah melihat penjual kacang rebus di gerobak dorong. Namun akhir-akhir ini, Ana tak pernah melihatnya.
Baca Juga : Tahun Ini Berusia 79 Tahun, Cari Tahu Fakta Seru Tom and Jerry, yuk!
Penulis | : | Sarah Nafisah |
Editor | : | Iveta Rahmalia |
KOMENTAR