Maneki Neko si Kucing Pembawa Keberuntungan

  • Jumat, 19 Mei 2017 18:15 WIB

Kucing pembawa keberuntungan (Foto: catster.com)

Jika teman-teman pernah melewati sebuah toko atau restoran di mana terdapat patung kucing melambai-lambai di depannya, itu adalah Maneki Neko atau si kucing pemanggil keberuntungan. Tetapi, dari mana asal mula kucing ini?

Kucing pembawa keberuntungan

Orang China dan Jepang percaya bahwa patung kucing pemanggil bisa mendatangkan keberuntungan bagi usaha mereka. Maka, di toko-toko, restoran, dan berbagai tempat umum lainnya dipajanglah patung kucing yang tangannya melambai-lambai, seolah sedang memanggil pelanggan untuk mampir. Namanya Maneki Neko.

Patung Maneki Neko ini biasanya terbuat dari plastik atau keramik dan merupakan kucing jenis Japanese Bobtail. Dua kakinya di bawah, dan dua kakinya di atas serupa sepasang tangan manusia. Satu tangannya akan diam, dan yang satunya melambai-lambai. ke arah luar toko, di mana orang-orang yang lewat bisa melihatnya.

Kucing ini biasanya menggunakan tenaga baterai atau listrik agar bisa melambai-lambai.

Asal-usul Maneki Neko

Orang Jepang sudah lama sekali memelihara kucing. Tujuannya sederhana, yaitu untuk mencegah datangnya tikus ke rumah, sebab hewan ini bisa merusak tanaman mereka. Sejak itu, kucing kemudian dianggap sebagai hewan pembawa keberuntungan, hingga orang China kemudian juga menggunakannya dalam menjalankan bisnis.

Selain itu, warna-warna pada tubuh Maneki Neko juga memiliki makna tertentu, lo, teman-teman. Misalnya ada yang berwarna emas dan merah, hal ini melambangkan kemakmuran dan cinta.

Foto: cattery.co.id
Foto: cattery.co.id

Ada pula yang berwarna putih-hitam-oranye. Warna putih tersebut melambangkan kesucian, sedangkan hitam dipercaya dapat menjaga kesehatan majikan atau pemiliknya serta mengusir hal buruk dari kehidupan sang pemilik. Sedangkan kuning adalah warna pelindung dari arwah jahat.

Selain itu tubuh patung kucing ini selalu ditambahkan ornamen lainnya yang dipercaya dapat menjadi pelindung si kucing, bisa berupa kalung lonceng, dan lain sebagainya.

Reporter : Petronela Putri
Editor : Sigit Wahyu

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×